[ Japan Trip ] – OSAKA

Kali ini gw mau ngeshare perjalanan gw sama istri ke jepang, ceritanya sih mau late honeymoon gitu, karena belum puas honeymoon setelah resepsi di Ora, sebentar banget soalnya. Eh, gataunya malah jadi early babymoon, karena pas tanggal tiket (promo) kami ke Jepang, istri ternyata sudah hamil usia 4-5 minggu.

screenshot_2017-03-01-08-53-27
si calon baby boy yang masih 4 minggu (1 Desember 2016) 🙂

Waktu itu gw udah mikir buat mutusin ga jadi berangkat, dan ngebiarin tiket (promo) gw sama istri angus gitu aja, karena kalau dari info yang gw baca-baca di internet, katanya janin saat umur 0-3 bulan tuh masih sangat rentan buat keguguran, apalagi kalau ibunya kecapean dan melakukan perjalanan jauh.

Tapi emang dasar hobinya jalan-jalan, istri gw kekeuh buat tetep berangkat. Dan akhirnya kita berdua konsul ke dokter kehamilan istri gw terkait rencana perjalanan kami berdua ini. Singkat cerita, gw nanya gini, “Ehmm, Dok, jadi gini, saya tuh sama istri saya ada rencana ke Jepang tanggal 7 Desember, seminggu lagi, Dok. Saya batalin aja berarti ya, Dok?” Sedetik kemudian, “Loh, ngapain di cancel? Berangkat aja sudah, biar senang ibunya jalan-jalan,” kata si Dokter yang balesnya cepet banget kaya ga mikir. “Nanti saya kasih penguat rahim, obatnya aman, satu jam sebelum terbang diminum, ya,” celetuknya lagi.

2e4dc1502a3db50f7000092e0f0a4846
i be lyke…

Istri gw pun seneng banget. Tapi gw sebagai calon ayah tetep ngerasa ngeri-ngeri sedap, gw pun nge-cancel semua booking buat trip ke Tokyo. Rencananya gw sama istri akan kesana naik Willer Bus (dan udah beli tiketnya PP) yang memakan waktu perjalanan 8 jam dikali 2, jadi 16 jam, terlalu riskan (menurut gw) buat istri yang membawa janin umur 5 minggu di perutnya. FYI, flight gw ke jepang pake rute CGK-KIX-CGK, pulang pergi lewat Kansai International Airport (KIX). Jadi, trip ke Jepang kali ini kurang lebih alurnya gini : OSAKA – KYOTO – TAKAYAMA – SHIRAKAWAGO – OSAKA (Trip ke Takayama-Shirakawa-Go modal googling dadakan buat gantiin trip ke Tokyo yang gw cancel semua).

Hari Keberangkatan

Gw dan istri berangkat dari Jakarta tanggal 7 Desember 2016 jam 8 malam. Naik maskapai Garuda Indonesia (hasil hunting di GATF) flight number GA-412, dengan jadwal kedatangan di Osaka jam 08.30 pagi esok harinya.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Welcome to Kansai!

Alhamdulillah, pesawat kami landing on time jam 08.30 di Kansai Intl. Airport. Osaka pagi itu cukup dingin dan berangin, suhunya sekitar 13 deg C, brrrrrr. Begitu bagasi dateng gw dan istri langsung bongkar koper buat ngambil jaket yang agak tebel. Beres pake jaket, kami langsung bergegas buat ngambil modem Ninja Wifi yang udah kami book sebelumnya di Indonesia, jadi disini cuma tinggal ambil di outletnya Ninja Wifi aja, dengan nunjukin bukti pemesanan dan pembayaran. Buat yang pengen jalan-jalan di Jepang, sambil bisa tetep internetan di manapun, selain opsi beli SIM baru, kalian juga bisa sewa modem Ninja Wifi ini, recommended banget, di semua tempat yang gw kunjungin sinyalnya bagus dan koneksi cepet. Selain itu bisa di share juga ke temen-temen satu trip, ga perlu repot beli SIM Card satu-satu. Dan yang penting lagi, kuotanya unlimited! Pengalaman sendiri nih, gw ga di endorse sama ninja wifi kok :))

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Outletnya si Ninja Wifi deket-deket sini lah.

Sekedar tips, untuk mempersiapkan perjalanan ke Jepang, kalian harus mencari informasi sarana transport dari satu tempat ke tempat lainnya jauh-jauh hari, dan untuk yang bisa dibooking di Indonesia, langsung aja booking duluan. Nah, salah satu yang ga bisa dibooking di Indonesia adalah tiket kereta api (kecuali kalian beli JR Pass, yang menurut gw terlalu mahal kalo ga digunain untuk naik Shinkansen antar kota), jadi gw dan istri langsung beli tiketnya di stasiun. Stasiun di Jepang itu besar-besar dan buat yang belum pernah naik kereta disini (kaya gw dan istri), mungkin akan bingung karena banyaknya rute atau line kereta/subwaynya (JR Line, Nankai Line, Subway Line, etc). Buat mempermudah, sebelum perjalanan kami udah nyiapin rute transportasi di itinerary yang diprint dan juga disave pdf-nya di handphone.

Untuk rute dan jadwal kereta di tiap stasiun di jepang kalian bisa cari di HYPERDIA, website satu ini lengkap banget informasinya, tinggal input waktu&tanggal, stasiun keberangkatan dan stasiun tujuan, langsung deh keluar jadwal dan kereta yang harus kalian naikin (lengkap dengan jam keberangkatan, lama perjalanan dan harga tiketnya). Stasiun tempat kalian harus transit juga dikasih tau sama hyperdia (kalau perlu transit).

Hari pertama ini itinerary kami adalah mengunjungi Universal Studio Japan di Osaka. Jadi dari Bandara Kansai kami akan langsung menuju Universal Studio Japan, Osaka. Kok buru-buru amat? Iya, emang harus buru-buru, karena jadwal trip kami yang ramping (berangkat 7 Desember malam, pulang 13 Desember siang), total hari full kami di Jepang hanya 5 hari, 2 hari lainnya termakan perjalanan.

Untitled-1
rute dari Hyperdia ( http://www.hyperdia.com/en/ )

Untuk menuju ke Universal Studio Japan kami menggunakan kereta dari Kansai Airport Station menuju Shin-Imamiya Station, dari situ kami harus pindah jalur JR Yumesaki Line dan naik kereta lagi menuju Universal City Station.

PC080sa032
Kereta buat rute Kansai Airport-Shinimamiya (Nankai Line, Ltd. Express rapi:t, kereta ini termasuk express (cuma berhenti di Shin-Imamiya dan Namba Station), reserved seat juga, jadi agak mahal, 1180 JPY per orang

Begitu sampe di Shin-imamiya, gw dan istri yang udah kelaperan mutusin buat beli makan dulu. Karena ga ada pilihan lain, kami mampir ke Minimarket yang ada di dalem stasiun, beli onigiri dan roti-rotian. Setelah itu lanjut naik JR Line ke Universal City Station.

PC080053
Shin-imamiya Station

 

PC080058
laper ya bu..

paragraph-clipart-th-Horizontal-separator-

Universal Studio Japan

Sampai di Universal City Station sekitar jam 11 siang, kami bergegas nyari coin locker buat nyimpen koper selama kami explore USJ. Karena memang sudah agak siang saat sampai stasiun, coin locker di stasiun udah penuh semua. Terpaksa kami pake coin lockernya punya USJ, yang harganya lebih mahal.

PC080082
Gerbang Masuk Universal Studio Japan

Di Universal Studio awalnya sih mau naik wahana-wahananya, tapi ternyata sebagian besar wahana permainan disana ngasih restriction buat ibu hamil, dan pas ketemu wahana yang boleh buat ibu hamil, antriannya bisa 2 jam lebih. Karena gw ga tega sama istri, dan juga bahaya buat si calon bayi, kami mutusin buat ga naik wahana apa-apa di USJ. Jadi cuma keliling foto-foto aja.

GOPR0138

P2320180

Tempat paling wajib dikunjungin di USJ ini adalah Wizarding World of Harry Potter (WWHP), karena di Universal Studio lain, kaya di Singapore, area khusus Harry Potter kaya gini belum ada. Saking populernya WWHP ini, tempat ini paling bejubel pengunjungnya di USJ, jadi harus sabar gantian kalau mau foto-foto di spot bagusnya.

 

This slideshow requires JavaScript.

Ga terasa gw dan istri muterin di USJ sampai sekitar jam setengah 7 malam, padahal cuma foto, makan minum sama nyemil aja. Emang luas banget sih. Jadwal selanjutnya adalah ke penginapan nyimpen koper dan tas. Setelah itu langsung lanjut makan malem di Dotonbori (cukup jalan kaki 500 meter dari penginapan kami).

Dotonbori

Untuk menuju penginapan/Dotonbori, kami menggunakan kereta dari Universal City Station menuju Osaka-Namba Station, abis itu tinggal jalan kaki deh.

Untitled-2
rute kereta kami dari Universal City

Gw dan istri dapet penginapan yang strategis (dan murah) di airbnb. Kamar yang kami sewa semacem room apartemen tua gitu. Untungnya bersih, walaupun dengan fasilitas seadanya dan kasur yang gak nyaman-nyaman amat. Ratingnya 2,5/5 lah, karena lokasinya yang deket banget sama Dotonbori. Kami cuma istirahat sekitar setengah jam di kamar, abis itu langsung lanjut jalan kaki ke Dotonbori (karena udah laper juga).

 

Tempat makan yang kami incer adalah Creo-Ru Dotonbori, yang katanya takoyaki-nya enak banget. Dengan ekspektasi tinggi kami pun bersemangat jalan kaki sekitar 500 meter dari penginapan. Salah satu yang gw suka dari Jepang adalah setiap kota mereka pedestrian friendly banget, dengan trotoar yang besar-besar, jalan kaki sejauh apapun jadi nyaman disini.

 

This slideshow requires JavaScript.

Sampe kedai takoyaki yang katanya enak tadi, kami liat-liat menunya. Keliatannya enak banget emang, makin ga sabar buat makan takoyaki asli jepang. Kami berdua pun memesan 2 menu yang berbeda. Kalau kalian ga mau makan takoyaki ada opsi lain makanan halal disini, namanya Chicken Dining Restaurant Tsuki no Odori, sebelumnya gw sama istri rencana mau kesana juga sih, tapi karena kayanya bakal kekenyangan kami mutusin buat makan takoyaki aja.

Nunggu sekitar 10 menit, akhirnya pesenan takoyaki kami dateng!

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
lupa pesen apa waktu itu

Penampilannya aja udah bikin ngiler. Tapi ternyata, guys, takoyaki asli Jepang ga enak sama sekali. Gw gatau apa lidah gw yang kampung ya, hahaha. 

Istri gw juga sependapat sama gw, dia malah ga ngabisin takoyakinya. Jadi rasa takoyaki-nya tuh, aneh banget, mungkin karena rempah/campuran bumbu yang dipake disana beda kali ya sama yang ada di Indonesia. Bisa juga takoyaki di Indonesia kaya di Sushi Tei atau gerai makanan Jepang lain udah disesuain sama lidah orang Indonesia.

Meskipun ga enak, gw tetep kenyang karena ngabisin takoyaki yang gw pesen. Ga mau rugi.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
keliatan enak ya, padahal enggak.

Abis kenyang makan takoyaki (yang ga enak), gw sama istri balik ke airbnb kami buat istirahat, nyiapin tenaga buat besok melancong ke Jogjanya Jepang, Kyoto.

Di Kyoto kami akan stay selama 2 hari. Dan mengexplore beberapa daerah kayak Arashiyama, Gion, dan Inari yang akan gw bahas di postingan selanjutnya.

Udah dulu ya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s